KOSONG-KOSONG DELAPAN
Oleh : Nok Yuli
Kecantikanmu
lebih anggun dari sang Surya, akhlakmu lebih indah dari sekuntum bunga mawar,
kelembutan tutur bahasamu lebih terhormat dari pada tetesan embun. Namun sayang
semua engkau gadaikan untuk cinta semumu.
Gadis
dara, sebulan lalu ia baru saja mendapatkan libur pertamanya. Sekaligus
pengalaman pertama di dunia yang serba edan menurut pikiranku. Sebab mereka
adalah ladang-ladang pemuas nafsu untuk lelaki sepertiku yang bermodal
ketampanan bin dompet kosong sekali kedip duua, tiga cewe jatuh dalam kamar
hotel.
“Hi ...! sendirian mba?” sapaku
“Iya nih!” Jawabnya masih malu-malu
(wah ... ini dia menu tumbal di awal minggu pasti nih
cewe abis gajian, yes!)
“Kenapa mas kok senyum-senyum?” tanya membuyarkan rencana
jahatku
“Kenalkan namaku Aril baru satu tahun di Formosa dan ini
liburan pertamaku!” modusku
“Sama dong mas aku juga pertama loh di Taiwan juga baru,
oh iya hampir lupa namaku Jasmin” jelasnya mencairkan obrolan.
“Yes, sudah masuk perangkap”
***
Lagu
dugem morena membuat para penari kacangan menari dengan liar, sebaliknya cewe
bernama Jasmin tak jauh dari cumbuan mautku. Seperti pengalaman yang
sudah-sudah jika nafsu sudah menguasai segala sendi-sendi apapun di permudah
dengan bisikan-bisikan setan aku
membawanya ke tempat penginapan dengan sewa kamar dia yang bayar, cewe kalau
sudah nafsu tak menghiraukan lagi berapa lembar warna biru yang akan ia
keluarkan. Aku tidak peduli. Aku sungguh bajingan. Ha ... ha ... ha ...
Setibanya
di kamar 008, dua pasang setan sedang bergelut nafsu, aku rada agak tega ketika
airmata menetes dari bola pingpong mata besarnya dan berkata
“Mas kalau aku hamil bagaimana?”
“Aku akan bertanggung jawab sayang”
“Tapi ... aku takut mas.”
“Sayang dengarkan detak jantungku, aku sungguh-sungguh
ingin menjagamu, jangan takut iya! kan ada mas yang menjagamu”
Diapun
dengan rela merentangkan tubuhnya dengan gratis, setan-setan dan malaikat jahat
bersorak ria, bukan aku kalau tidak mampu melumpuhkan hati cewe bukan hanya
uang, sewa kamar dia pun yang bayar, benihpun tak lupa aku tinggalkan di
rahimnya, lalu aku membuka isi dompet dalam tas nya yang berwarna biru an
beberapa lembar untuk membayar ke perjakan aku, aku segera meninggalkan Jasmine
yang terkapar lemah karena kalah ronde akan permainanku.
Sayang
sekali Jasmin ... Jasmin ... kamu telah gagal mencari cita-citamu dengan tujuan
awalmu ke sini. Jangan salahkan aku yang telah menjadikan pemuas nafsuku. Semoga
kamu rela dengan isi benih yang aku titipkan. Semoga di luar sana masih banyak
Jasmin lain yang begitu mudah aku dapatkan.
The End
No comments:
Post a Comment