Thursday, November 26, 2015

Lamaran

Masih teringat jelas, Kronologi sebuah permintaan di Kota Yilan, Musium Traditional Art. 12 April 2015, silam. Sebuah kisah yang setiap kaum wanita menginginkan hal yang serupa diperlakukan oleh kekasihnya, bukan berada dalam bayanganku sebelumnya kalau kronologinya seperti ini (Lihat foto),
salah satu wanita yang beruntung bisa merasakan realita di hidupku. Alhamdulillah.
Seketika basa-basi di awal perkenalan singkat itu, di Minggu pertama, Maret 2015, silam. karena aku sudah lelah akan cinta--
maka aku hanya mampu memberikan sinyal "Jika mau serius, bilang ke orangtuaku (ibuku), lalu ... ayok kita jalani bersama dengan keyakinan satu tujuan sampai akhir finis kerja kita tahun depan, 2016. Namun jika sebaliknya jika --cinta-- hanya sebatas Kontrak kerja --Pasport-- mengisi hari untuk menyemangati hidup di tanah rantau, lebih baik cukup sebatas teman dunia maya"
Dari sana pula, aku membiarkannya mengatur kata-kataku denganku memberikan nomor hape ibuku, tidak berjalan cukup lama memakan hari, hati bergetar dan penuh do'a aku mencoba menghubungi nomor ibuku. "Apakah ada seseorang yang menelponmu?"
Belum saja, aku mengatur nafasku untuk menggali dan menyiapkan obrolan dari mana akan di mulai, ibuku jauh lebih dulu menceritakan bla ... bla ... bla ... Tentangnya (yang kini tunanganku), alhamdulillah sisi positif walau hanya lewat via udara ibuku sudah memberikan sinyal hijau. Senyum kecil itu merajut hari-hariku seperkian detik, aku merona bahagia.
Akupun tak kalah bercerita untuk melengkapi obrolan tanpa pemanis, karena aku ingin semua terlihat murni tanpa ada pemanis kata-kata, berbicara realita saja. Bahwa aku sudah mendapatkan teman hidup berdomisili dekat dengan kota kelahiranku. Wah ... semakin memberikan dukungan pintu lebar-lebar namun tak lepas dari amanah-amanah yang mengundang kebebasan dunia. Aku hanya manggut-manggut. Jatuh cinta.
Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Kita melewati proses yang biasa di sebut 'pacaran' oleh kaum bernafas. Tentunya proses itu tidak lepas dari kata Cemburu, kurang adil, kurang ... kurang ... de el el tetapi karna kita mengingat tujuan awal kita, dan memang kita tidak pernah menuntut satu sama lainnya untuk hal-hal yang begitu sempele. Lalu di besar-besarkan. Menjadi hubungan ini semakin 'pohon itu menjulang tumbuh tentunya Anginpun semakin hebat menerpa' maka kita memerlukan pupuk Doa untuk menguatkan akar sebuah komitmen agar melahirkan buah keharmonisan untuk di petik dan berbagi kepada mereka yang tak sengaja melewati pohon itu.
Oktober telah memeluk jiwa dimana Duapuluh Enam (26) tahun lalu kita di berikan kesempatan melihat dunia ini yang tak berdosa. Melalu rahim Ibu dengan segenap, cinta, kasih, sayang sepanjang masa. 'Kasih ibu kepada beta' kita bisa merayakan hari ulang tahun di bulan yang sama, walau perayaan itu berulang berapa kali. 2x. Pertama di rayakan bersama sahabat kuliahnya sedangkan diriku dirayakan bersama sahabat literasi di suatu forum, kenapa tidak bareng? mungkin menjadi pertanyaan. Jawabannya, Sebab pada dasarnya waktu yang amat sedikit harus berbagi secara kebetulan bentrok dengan jadwal kuliahnya, mau tidak mau.
Setelahnya kami merayakan bersama teman-teman dekat kita berdua di gedung yang berisi sebuah keluarga kecil dari segi kehidupan yang jauh berbeda menyatukan kami menjadi saudara kecil. Alhamdulillah masih menemukan.
Moment khususnya? he ... he ... he ... setiap beberapa detik yang kita lewati adalah hal yang amat berharga dari penantian liburku yang hanya sebulan sekali. Allah itu maha adil, maha pemberi dan maha yang aku yakini dengan kuasanya. Sepanjang liburan majikanku ke Luar Negeri. Allah memberikan kesempatan itu untuk merajut kisah kasih oleh-Nya, 25 Oktober, 26 Oktober, 27 Oktober. Cukup membius rindu dan menyuntikan semangat di setiap tetesan infus Do'a saat kita mersakan jadwal minum obat, makan malam bersama di sudut Station serta memulihkannya dengan menghubungi orangtua memohon restu jauh lebih jauh lagi menjadi kado terindah saat kita kembali ke Indonesia. 'membawa anak menantu'
Dunia berjalan lamban sekali, padahal aku masih sadar betul satu hari masih Duapuluh Empat (24) jam per harinya. Tetapi kok lamaaaaaaaa bingit. xi ... xi ... xi .. menjelang akhir tahun ini. Kapan?
Kata-kata butuh perjuangan, airmata menjadi korban menagis beberapa jam, saat kesepakatan belum di temukan, saat jawaban masih dalam ketergantungan dan cita-cita sebuah asa masih tergantung di awang-awang. Aku bersedih, dia tak mampu melihat kesedihanku bebagai cara ia temukan, bebagai niat ia lontarkan kepada orangtuanya. Demi Niat seorang lelaki dewasa yang memiliki niat berumah tangga, bukan karena CInta kepada insani, Namun mencintai karena pemilik cinta sejatinya. lewat jasadku, aku tercipta untuk tulang rusuknya. Akhirnya ...?
Alhamdulillah sebuah Tetalen (lamaran, pengikat), pada hari Sabtu, 21 November 2015, siang hari. mengingat jiwaku, yang dulu olehnya, kekasihku. Sekarang melalui kedua orangtuanya dan orangtuaku. Mereka telah menyepakati hari yang baik untuk 'kisah kita' di satukan dengan halal.
Aku tidak tahu, aku masih sibuk dengan jadwal kerjaku apalagi waktu itu aku berada di Pingtung. Malam menjemput tidurku, seperti biasa kita melewati malam-malam bersama menikmati fasilitas internet yang ada. Tentu tidak Gratis. Per bulan harus membeli biaya Internet NT$500.
Entah aku mengartikan air mata ini dengan apa, bahagia atau bersedih, saat ia katakan "Nok sekarang sudah di ikat dan tanggalpun sudah di tentukan, Ang harap Nok bisa menjadi Istri, kodratnya menjadi wanita"
aku hanya bersyukur melalui airmata dalam jiwa ini yang bisa aku ku ucapkan lewat suara "Ang, terima kasih iya sudah memahami kegundahan hati Nok, selama ini yang mulai dingin, menghangatkan kembali dengan kabar gembira ini. Jangan pernah bosan mengajari Nok menjadi Pribadi dan tentunya menjadi Istri yang istiqomah pada bimbingan suami kelak di jalan yang Allah aturkan"
Semoga kita bisa melewati rentan-rentan dosa di sekitar kita, setan akan hadir di tengah-tengah jiwa saat raga jauh dari kata istigfar maka marilah kita sama-sama bertarung dengan ampunan Do'a.
Terima kasih buat sahabat, saudara dan ustad-ustad yang sudah menginjakan kaki di Bumi Formosa dan mendokan hubungan ini agar segera di halalkan, insyaAllah.
New Taipei City, 25 November 2015 (02:22)

No comments:

Post a Comment