Judul : TAIPEI WOMEN SUO CAI CIEN
Oleh : Nok Yuli
Manusia menyukai setiap pertemuan yang
berisi hal menarik untuk terus diceritakan yang tak habis-habisnya, jika
pertemuan itu datang dibelakang namanya sebuah perpisahan berhubungan kata
pertemuan itu berada di depan kalimat maka ia disebut dengan pertemuan, ada
pertemuan dan ada perpisahan, bagaimana kita menyikapi perpisahan ketika akan
terjadi, sakit, tidak mau itu terjadi namun keadaan memaksanya untuk berpisah,
sepasang sahabat yang terjadi dibumi negeri orang, Taiwan. Taipei.
Keyla, sosok yang harmonis, tawanya,
senyumnya, tutur katanya yang sederhana dan paduan busana yang ia pakai sangat
serasi dengan wajah manisnya, dia berasal dari lampung, Indonesia datang kesini
seperti aku sebagai kaum Buruh Migran Indonesia, (BMI), pekerja rumah tangga.
18
januari 2015.
Perkenalan pertama “In door” saat acara
peresmian ketua baru organisasi IPIT, (Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan) yang
waktu itu kita hanya saling menukar dan lempar senyum sesama BMI rasanya senang
bertemu dengan sesama marga. Dan kamipun berkenalan setelah acara itu berahir
di ruang Aula Taipei main Station, dimana ruangan itu terpenuhi ratusan BMI
setiap minggunya karena lokasi yang mudah di jangkau dan dijadikan tempat
berbagai acara, awalnya pemerintah Taiwan dan petugas setempat melarang kami
duduk di dalam aula station itu dengan memasang garis merah karena mengganggu
pejalan kaki yang berlalu lalang, berkat hasil para organisasi terus demo dan
menyurakan hak-hak BMI, bagi kami itu tempat publik. Dan tanpa melihat status,
ras, marga, warga dan budaya, serta miskin kaya.
“Assalamu’alaikum!”
salamku
“Walaikumsalam,
eh mba tadi iya yang di indoor itu?” jawabnya sambil masih berpikir.
“Iya
mba, perkenalkan namaku Alin, pekerja dari taoyuan. Nama mba siapa?” sambil
mengulurkan tanganku.
“Aku
Aril serbu sahabatnya mendahului” tersenyum seolah dia memiliki jiwa seorang
kaka yang bijak.
“Ih
gitu dweh lok ada cewek baru pasti buru-buru” Jawab keyla.
“Keyla
namaku Mei (read; Adik perempuan, bahasa mandarin)” namanya cocok dengan muka
ceicei (read: kakak perempuan) Batinku.
Kamipun saling mengobrol satu sama
lainya meskipun baru mengenal namun sepertinya mereka begitu asik dan bisa
menjadi sahabat, saudara yang baik di formosa. Obrolan kami, canda kami menjadi
pusat perhatian BMI yang lain karena kami bisa tertawa lepas, kami tidak hanya
berbicara seputar diri sendiri atau membicarakan orang lain, kami lebih
menyukai mencari solusi bagaimana bisa membantu BMI yang bermasalah di Taiwan,
aku yang masih baru diantar mereka hanya menangkap sinyal bahwa mereka juga
aktif di lain organisasi terlihat dari seragam birunya yang berlogo “Organisasi
ATKI” beda dengan organisasi yang baru aku join seragamku merah, buktikan
merahmu hihihi aku tersenyum dalam batin.
“Alin
sudah lama di Taiwan?” tanya aril
“Baru
setahun kak” jawabku
“Perjalanan
masih panjang, harus bisa memilih mana teman baik dan mana yang tidak bisa
dijadikan teman” nasehatnya.
“Iya
alin apalagi kamu disini masih baru nanti kamu jangan tergoda sama kucing
garong Taiwan.” Sambil melirik ke temannya yang sempat mengajakku ngobrol di
indoor makanya aku bisa mengenal mereka karena temannya dia, Putra.
“Heee
tenang ajah cei, kak, alin juga buaya darat kok, jadi buaya kok dikibulin ya
engga bisa dong.” Wkwkwkwk tawa mereka membuat keadaan semakin renyah.
***
Setiap bulan, kami selalu bertemu entah
itu sebentar beberapa menit, sedangkan tiap harinya kami komunikasi dengan fasilitas
jejaring internet, facebook. Sekedar menanyakan kabar dan membagikan info. Di
tambah setelah aku resmi menjadi pengurus media dan Publikasi di organisasiku
membuatku fokus ke arah sana. Bersama sahabat BMI yang aktif dalam organisasi
itu membuatku menjadi selalu terjaga, dan berpikir hal yang positif dalam
pergaulan.
“Eh
ni si Alin ada disini” sapa kak Aril
“Heee
iya kak, kak sendiri?” tanyaku
“Biasa
kami ceribel” gokilnya.
“Yes,
tak meleset pasti cei keyla dan lainnya ada di dalam ruangan” langsung ku serbu
dan tanpa menyapanya aku memeluknya dari belakang. Membuatnya kaget
terperanjat.
“Siapa
sih? Hah Alin, Alhamdulillah kita bertemu disini tanggal 14 mei 2015 nanti
ceicei dan kak aril pulang, TAIPEI WOMEN SUO CAICIEN (Read: Taipei kami berucap
sampai jumpa)” pungkasnya
Inikah
saatnya perpisahan di antara kita begitu berat saat aku sudah menemukan
sahabat. Kalian harus pulang, semoga Allah melindungi langkah kalian dan
bilamana ada waktu semoga kita masih di pertemukan.
No comments:
Post a Comment