Thursday, June 15, 2017

DERETAN KATA

Judul : Deretan Kata
Oleh   : Yuhalini

Allah maha Sempurna dengan segala kesempurnaannya. Tak ada yang menandingi-Nya dengan kuasa apapun. Allah menciptakan Manusia, Tumbuhan, Hewan dan Keindahan Alam beserta Gunung-gunung tinggi di Dunia ini.

Ketika Allah menciptakan Aku melalui perantara Orangtuaku, Dengan keadaan yang suci tanpa Dosa. Setiap orang yang bertandang melihatku mengucapkan Do'a selamat kepada Beliau. Berharap kelak tumbuh dewasa aku bisa menjadi sosok yang lebih baik dari kedua orangtuaku. Menjadi Muslimah dalam keluarganya, berbakti kepada orangtua. Mampu menyelamatkan dengan Doanya jika kelak sudah dialam bakar.

"Anakku, kejarlah deretan kata yang engkau inginkan" pesan yang sering beliau katakan.

***
Setelah beranjak dewasa, kata-kata itu terngiang ditelingaku. Kata apakah yang beliau maksud. Satu dua kata telah aku lalui disertai perjuangan. Namun belum juga merasakan yang tepat, dengan tertatih aku mengutarakan niatku.

"Bu" sapaku.
"Iya" jawabnya.
"Dulu sering Ibu bilang deretan kata maksudnya apa iya?" tanyaku
"Anakku, Apakah kamu sudah memikirkan tentang mimpi?"
"Iya, sudah" jawabku tegas
"Apakah mimpimu terwujud?"
"Be ... e ... e ... lum" jawabku amat takut
"Kenapa?"
"Aku belum membahagiakan Ibu"
"Itu bukan mimpi, menikahlah anakku dengan pria yang mampu menjadikanmu Muslimah dan penghuni surga"

***
Aku terjebak dengan semua itu, ya terjebak untuk memperjuangkan mimpi untuk menikah... aku ingin menikah dengan sosok yang aku impikan... Mampu menjadi Imam untukku, anak-anakku kelak. Melahirkan dan  Mendidik buah hati yang amat banyak agar populasi muslim semakin bertingkat jumlahnya, lalu menghafiz-hafizah Alquran kepada mereka, agar kelak dunia yang amat tua ini tidak semakin edan. Aku ingin genarasi islam keluargaku tak berhenti pada garisku, Semoga Allah Subhanahu wata'ala meridhoi, memudahkan aku untuk bisa hamil.

Tidak ada sebuah impian tanpa perjuangan, tanpa perbaikan diri, tanpa bekerja keras ikhtiar di jalan yang Allah gambarkan lewat Alquran. Ketika bermimpi dalam-dalam Allah menurunkan suami yang mampu membawaku kearah lebih baik, kemudian Allah pun tak tanggung-tanggung menurunkan rasa cemburu, cemburu yang amat menyayat ketika pikiranku dipenuhi kata-kata menuju kehal lain, akupun sadar aku mulai jatuh cinta dengan suamiku lewat rasa berenang ke Muara lembah hatinya. Aku tak mampu tanpa sosok suamiku jika aku masih mau  untuk melanjutkan mimpi. Aku butuh Imam seperti Dia.

***

Dalam keseharian, jedah waktu yang amat singkat ini. Dibulan yang suci  penuh berkah semoga tidak hanya aku yang bermimpi sama untuk menggapainya.

Walau saat ini, Aku belum dipercayai untuk menjadi sandaran buah hati. Setidaknya kini aku sudah ikhlas menerima tempat saling berbagi untuk keluargaku.
Siap bersedia mengikuti, melangkah bersama Imamku ... Jika ikhlas menerima, pasti merasakan betapa besar arti Cinta. Namun jika selalu menuntut, percayalah. Sebesar apapun yang diberikan tak mampu membuat keinganan merasa cukup.
Halal menjadi bahagia,
Bersamanya menjemput asa,
Dibawah kuasa sang maha kuasa,
Allah Subhanahu wa'atala.

Taiwan, 15 Juni 2017.

Thursday, May 11, 2017

JIKA SELINGKUH INDAH

Allah menciptakan Dua insan berbeda, dari tulang rusuk Adam, menumbuhkan rasa cinta dan terdampar dalam-dalam muara jiwa hawa, bersatu untuk mahligai Asmara.


Tidak ada seorangpun yang mengerti, senyumku terbalut teduh, candaku membius kepura-puraanku, kata-kataku tertata rapi setiap kalimat yang kulontarkan mengandung nada yang bijaksana semua berazaz dasar agar engkau terlihat sempurna.


Kau gambarkan cerita lewat lagu, nyanyiannya terdengar syahdu ada apa dengan sesuatu yang sedang terjadi, kucium aroma lain dari ruang lingkup keseharianku. Ternyata ....



Bersambung





Thursday, April 27, 2017

BUAH HATI

Buah Hati
Karya :Yuhalini

Siapa yang harus disalahkan Bi, ketika telapak tangan kau balik dan kau katakan "Aku Pria bujang" Sejatinya wanita mudah mencintai terlebih telah lama kemarau dalam kasih sayang. Setelah Abi kenalkan sandaran aku lelap dalam teduh cintamu yang rindang. Tapi maaf Bi, jangan kau beri kebahagian baru dengan tanaman lain. Hatiku tak ikhlas untuk berbagi.

"Adel ! kamu Adel kan?"
"Maaf Anda siapa?"
"Kenalkan aku teman smasa SMP dulu, Restu!"
"Restu? yang dulu selalu dihukum gara-gara telat masuk kelas?"
"Ya, itulah aku.Hmmm kok masih ingat sih?"
"Di kelas itu siapa lagi pemilik nama itu"
"Hee ... he ... he ..."
"Ngapain di Jakarta, tinggal di mana?"
"Ini kartu namaku"
"Ok, aku simpan"
"Kamu sendiri tinggal di mana?"
"Aku ngekos tak jauh dari sini, Setiap pulang kerja aku suka duduk di sini hanya saja ... sudahlah jangan bahas masalah itu tidak penting"

***

Terdiam satu sama lainnya, Hanya terdengar lagu indah.

Cinta tak pernah sesakit ini
Cinta tak pernah seperih ini
Yang aku minta tulus hatimu
Bukan kau curangi aku

Rasa yang ada di dalam hati
Tangis yang ada saat kusendiri
Inilah akhir kisah cintaku
Kisah bersamamu

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna

Mungkinkah semua mereka tahu
Saat hatiku luluh kepadamu
Kau pergi dengan kisah yang baru
Dan kusimpan diketulusan hati

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna

Kau yang memilih aku
Kau yang memilih aku
Kau yang memilih aku

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna.

"Kamu suka lagu itu?"
"Yah Aku menyukainya"
"Alasannya?"
"Kamu tidak perlu tahu"
"Okey aku memang hadir di ruang yang salah tapi aku ingin kita menjadi teman?"

***

Kulirik jarum jam sudah semakin larut, rasa hawatir berkecamuk. Sudah dua bulan ini Mas Restu pulang kerja tiap kali aku tawarkan makan malam selalu memberi alasan yang sama sudah makan di kantor. Apa sudah tidak lagi rindu dengan olahan tanganku.

Kutatap lekat cermin itu yang menjadi teman setiaku

"Cermin apakah aku masih cantik?"
"Tidak"
"Cermin apakah aku sexy?"
"Juga tidak"
"Cermin apakah aku tua?"
"Iya, kau terlihat lebih tua, itu semua baktimu untuk melahirkan Anak dari suamimu, waktumukau habiskan bersama buah hatimu, ragamu kau taruhkan untuk mengurus seisi rumah agar wangi menjadi surga suamimu kala Dia pulang dari kerja, kini perlahan kau tinggalkan dirimu untuk bercermin. Kau lupa dengan semua itu"
"Cermin, Aku ikhlas asal Istana ini terjaga dalam kebahagian"
"Lalu apa yang mengusik muara jiwamu?"

Ting tong ... ting tong ...Assalamualaikum

"Abi, Walaikum salam."
"Anak-anak sudah tidur umi"
"Sudah, umi buatkan teh ya bi"
"Abi mandi dulu kalau begitu"

Setelah aramo teh menguatkan ruangan ini ruanganpun lebih segar aku merebahkan diriku dekat erat suamiku, dimana bayangan indah saat masih pacaran terlihat jelas didepan layar TV sengaja aku ingin memutar kenangan manis video berdurasi beberapa menit.

"Abi"
"Ya sayang"
"Masih sayang umi?"
"Kok tanya seperti itu?"
"Coba abi lihat video itu disana terlihat Abi begitu amat mencintai umi"
"Emang kasih sayang udah berkurang gitu?"
"Tidak sih, cuma umi pingin tau siapa Wanita yang kerap memanggil abi, Dear. Andai Abi lupa dengan ikrar abi tentunya abi lebih harus berjuang... dulu abi berjuang untuk umi sampai akhirnya kita menikah, akan abi menghianati buah hati kita? dengan cara abi mendua?  Aku perempuan bi, andai belum ada buah hati aku rela mengalah. Tunjukan padanya bahwa sannya Abi yang ia banggakan sangat mencintai uminya."
"Dengan cara apa?"
"Abi pilih madu"
"Atau hidup di Istana yang sudah abi bangun"

***

"Abi mau kemana?"
"Ke kamar Princess buah hati kita"

***

Ya Allah jadikanlah pasanganku jodohku sehidup seakhirat nanti dengan buah hatiku yang kelak menjadi penolong orangtuanya di Akherat. Jika kedua tangan mengharapkan Doa tidak mampu mengembalikan suamiku. Maka tunjukan kuasa Mu Ya Rabbi.

***

Pagi buta, aku pura-pura masih tertidur, Abi mengecup keningku. Aku tahu aku kemesraan ini segera berakhir. Abi akan menghadirkan bidadari baru di istana ini. Menjadi pelitanya. Bagai mana buah hatiku apakah dia pantas mendapatkan kisah seperti ini dikehidupannya.

***

Tepat pukul jam 6:45 Sudah berada di depan rumah Adel.

"Adel maafkan aku, aku tidak tega melihat anakku menjadi korban kenafsuanku. Ku teramat mencintai keluargaku. Maafkan aku Adel. Kau boleh memukul ku mencakarku sepuasnya tapi aku tetap tidak bisa membagi ragaku kepelukanmu.

Kutinggalkan rumah Adel, dengan wajah lebam, tercakar, baju koyak dengan pikiran yang tenang. Untuk meminta maaf kepada Umi..

umi ... umi ...umi

"Astahgfirullah abi kenapa berdarah,bukannya abi pergi kekantor? biar ummi bersihkan."
"Umi abi tidak sakit, luka ini belum seberapa sakit yang umi rasakan saat abi hilaf. maafkan abi ummi. Marilah kita membangun Istana ini ke jalan yang Awal kita gambarkan. I love you.

Taipei, 27 April 2017 (17:02)