Friday, January 30, 2015

PENGUMUMAN-SASTRA IPIT-BULETIN BULANAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Hallo sahabat BMI Taiwan masih semangat kerjakan?
Well, dalam periode sepanjang tahun 2015 Organisasi Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan (IPIT) Ketua dan pengurus-pengurusnya mengajak BMI, yang memiliki hobby sastra baik Membuat CERPEN dan PUISI, Setelah lolos seleksi akan kami muat di “BULLETIN IPIT” Setiap bulannya. Yuk simak syarat dan ketentuannya.

Syaratnya

-silahkan bergabung bersama group “Keluarga besar IPIT TAIWAN” (https://www.facebook.com/groups/396320057129564/?fref=ts) Di group ini gunanya untuk BMI sendiri, pantau terus update terbaru dari kami mengenai hal-hal yang berkaitan kecelakaan kerja, pelecehan seksual, pengaduan, InsyaAllah kami siap membantu permasalahan kalian dengan laporan yang akurat.

-copypaste dan tag ke temen-temen BMI sebanyak 20 orang, Untuk mengajak mereka berkarya lewat tulisan.

-silahkan kunjungi di kolom pencariaan facebook anda alamat ini (https://www.facebook.com/yuhalinipuisi?fref=ts) BMI TAIWAN MENULIS untuk mengirim naskah Cerpen dan Puisi kalian.

 Ketentuan Naskah CERPEN
  • Naskah diketik dengan komputer di atas kertas A4 dengan jarak spasi 1,5. Font TNR (Times New Roman) 12 pt, margin 3333 (batas kanan, kiri, atas, bawah masing-masing 3 cm) atau 1,18 inchi. Panjang 2-3 halaman.
  • Tema BEBAS baik Cerpen maupun Puisi

  • Di akhir naskah, tuliskan biodata narasimu max 50 kata, meliputi nama, nama FB, alamat email, no HP, serta prestasimu dalam dunia menulis/karya yang sudah pernah diterbitkan (jika ada).

  • Kirim naskah sahabat ke email: yuhalini_liniyuha@yahoo.com dengan dilampirkan (attachment), tidak ditulis di halaman email.
  • Kirim via inbok ke fanpage Facebook; BMI TAIWAN MENULIS
  • Kirim surat; 4f. No.128 Changgung yi hu cun. Guieshan siang-taoyuan county 333 No. Hp (0989624249)

Format pengiriman naskah untuk judul file (nama file pada saat naskah di save) dan subjek email/judul email :
Via Fanpage facebook; IPIT SASTRA-JUDUL KARYA ANDA-NAMA ANDA
E-mail; IPIT SASTRA-JUDUL KARYA ANDA-NAMA ANDA
Kirim surat; Pojok surat tulis “IPIT SASTRA” Yuhalini.
 (untuk pengiriman naskah pilih salah satunya saja, mana yang jauh lebih efisien)

Ketentuan Puisi

Contoh;
Judul; Buruh Migran Indonesia
Isi puisi; enam belas baris.
Titimangsa; dimana tulisan itu di buat, tanggal, tahun, waktu.
Contoh; Taoyuan, 31 Januari 2015(11:57)

Format pengiriman naskah untuk judul file (nama file pada saat naskah di save) dan subjek email/judul email :

Via Fanpage facebook; IPIT SASTRA-JUDUL KARYA ANDA-NAMA ANDA
E-mail; IPIT SASTRA-JUDUL KARYA ANDA-NAMA ANDA
Kirim surat; Pojok surat tulis “IPIT SASTRA”

SALAM BMI (Salam Berkarya Menulis Inspirasi)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Taiwan, 30 Januari 2015(23:16)

Yuhalini

Jabatan; Wakil Ketua Bidang Publikasi dan Informasi Organisasi 2015

Wednesday, January 7, 2015

Ikhlas Melepasmu

karyaku ada disini; http://koleksi-puisi-alfanet.blogspot.tw/2014/09/kumpulan-cerpen.html


JUDUL : IKHLAS MELEPASMU
Oleh      : Yuhalini-BMI Taiwan
angin datang menyapa dapat di rasakan kesejukannya, terlihat dari daun yang melambai-lambai tanpa bayangan malampun semakin larut mesin roda kehidupan di hentikan dari sgala kegiatan mereka terlelap hingga sang fajar secara sembunyi-bunyi membangunkan kita dari celah jendela cahaya masuk menghangatkan tubuh untuk mengajaknya memulai kegiatan baru.




di kota tua terlahirlah hasil buah cinta adam dan hawa,lahir pada era 80_an yang bernama Haldhe ia pun tumbuh dengan pesan layaknya teman seusianya,ia juga nakal dengan batas usia yang sewajarnya,ia bagaikan cahaya saat ia melepas tawanyadi balik kepribadian tergolong pemalu





belajar bicara saat ia tak mampu berbicara dengan tertatih kadang ia menangis saat orang di sekitar menebak salah apa yang di katanya,sopan santun bukti semangatnya dan mulai berbicara dengan baik,lincah saat kaki dengan bebas melangkah langkahnya teramat cepat hingga mencapai titik kemenangan yaitu "kehidupan nyata"



kehidupan nyatanya ia habiskan bersama kluarga, mensuport orang sekitar yang tetap ia pedulikan memberi wejangan kepada sesama untuk tidak berlebihan dalam berbicara berpakaian dan bergaul.


iapun mulai mengenal cinta ,,, yah dia jatuh pada sosok wanita yang menjadi idaman itu slalu mengharapkan jalinan jalinan cinta yang halal untuk menghindari fitnah, ia bersabar dalam doa nya tiap melakukan shalat fardunya dan menjalankan kisah asmara nya berjuang bersama kegiatan duniawi, dunia yang mengajaknya untuk menjadi jiwa mandiri, tak hanya memikirkan cinta idamannya kapan menjadi nyata, ia hanya belajar untuk setia apapun rintangannya.


saat orang-orang sekitarnya mulai menggapnya tlah sukses pada satu titik cahaya yaitu "Pernikahan" cinta yang di sambut dengan gayung ,kerabat saling mendukung memanjat doa agar acara sgera berlangsung.



manusia hanya lah manusia yang pandai mengelola kedua tangannya untuk membuat pola rencana, otaknya mencetak ide-ide jitu yang membuat para penganut gaya terpesona dengan hasilnya ,ibarat bagai kepiting rebus memerah penuh rasa saat menyatu dengan lidah tak bertulang menyambut dengan kenikmatan.




raganya siap siaga tak ada yang di cemaskan,ia hanya merasa itu hanya sakit biasa terlalu capek stelah beristirahat dengan cukup keaadaannya pulih sedia kala.

ia bergelut dengan takdirnya, dengan cinta idamannya, dengan keluarganya di sekitarnya bersama orang seperjuangannya.keaadanpun terlihat bahagia.saat mreka lengah oleh sang waktu tanpa menyadarinya bahwa itu suatu tanda, tanda-tanda bagi orang yang mengerti apa itu "Akhir sebuah kehidupan" kami hanyalah orang biasa cuma bisa pasrah, ikhlas, ikhtiar, dari sang kuasa pencipta langit dan bumi.



ia tak lagi mengembakan senyumnya,nadinya tak lagi berdenyut, paras wajahnya terlihat sayu karna batin yang membeku,raganya tersentuh kaku,kami hanya menebak-nebak penuh ragu,benarkah itu kehidupan akhirnya? meninggalkan kami di usia remaja nya ? meninggalkan impian cita-citanya? meninggalkan bidadari impian pendamping hidupnya ? mengapa terlalu dini ia meninggalkan kami yang tak bisa menerima dengan secara dadakan,yah kita harus ikhlas agar sang almarhum tenang di alam sana.



slamat jalan untuk selamanya, slamat jalan dengan membawa mimpi dan cita-citamu,segenap keluarga mengirim doa setiap saat bahwa kami mencintaimu,mencintaimu walau kehidupan kita berbeda.

The end

Sayap-Sayap Patah

( https://www.facebook.com/IndosuarA?fref=ts )
Terbit di majalah Taiwan berbahasa Indonesia, Edisi Januari 2015, Th.IX.VOL.03/99


Judul; SAYAP-SAYAP PATAH
Oleh; Yuhalini






Terhitung dari 2004, hampir 10 tahun lebih kita berpisah di mana saat itu kita masih memakai seragam putih biru, kau memperhatikan dari sudut-sudut dinding sekolah terpisah ruang kelas kau hanya mengatakan dalam hatimu, Alin aku mencintaimu. Pantaskah aku menjadi kekasihmu,? “kau gadis unik di antara puluhan wanita, kadang kau begitu baik namun sesaat kau berubah sangat jutek” dalam hatinya berkata. Pengakuannya kini.

        Tanpa sengaja setelah sekian lama ketika di pertemukan jarak dan ruang teramat jauh untuk berjabat tangan, itupun terjadi ketika di salah satu persamaan pertemanan facebook kaupun langsung Add my account, pasnya aku lagi online jadi langsung persetujuan “Confirm.” Pada umumnya aku engga terlalu memperhatikan siapakah orang yang mengajukan pertemanan tanpa fikir panjang lansung aku confirm, jika nanti setelah berteman memiliki ketidak cocokan langsung aku re-move, clear.

setelah basa basi satu minggu lamanya, akhirnya ia beranikan mengungkap cintanya, “Jadi kita jadian? Alhamdulillah terima kasih ya Allah terasa mimpi” ucap syukurnya, ada senyum kemenangan di balik layar inbok facebookku yang menggambarkan tentangnya di sana, ramalanku berkata “Dia sangat bahagia mendapatkanku apalagi cinta yang dulu terpendam baru berani mengungkap cinta dengan segala keberanian karena sekarang aku jauh lebih bersahabat tenimbang dulu hanya baru di sapa langsung menunjukan sikap jutekku, alhasil mereka yang menyukaiku lebih baik mengalah untuk mundur tenimbang berjuang untuk meluluhkan hatiku.”
***
        Alin. Itulah aku sosok yang susah di tebak, cantik tidak, pintar juga tidak, temanpun sedikit. aku wanita yang tegar dan mampu berusaha untuk mandiri,  yang kini di bawah bimbingan kekasihnya, Aril. Harihariku penuh warna berkat kehadirannya, terima kasih ya Allah.

        Kini dalam benak naluri hatiku mengajukan segala pertanyaan, pantas kah aku mencintaimu?, pantaskah aku menjadi ibu untuk anakmu? Pantaskah aku, pantaskah.? Mengingat aku dan masalaluku yang suram yang sudah tidak lagi sesantun dulu, yang telah menjadi binal. Bagiku bagai terjatuhan bulan mendapat sosok sepertinya, namun aku sadar dia sosok sempurna, jikaku bersanding dengannya akan memalukan popularitasnya di pesantren, di mana selama ini ia menuntut ilmunya untuk bekal dunia akhirat, lain halnya denganku aku hanya mencari kesenangan dunia saja. Serta menjalankan kewajiban umat beragama secara sadar dengan keterbatasan waktu yang ada.

        Ah, kehidupan cinta yang tak bisa aku memiliki keduanya, ketika hatiku penuh dengan kecemasan, kehawatiran, setiap kali mendapat inbok drinya saya abaikan walaupun satu balasan inbokku nafasnya untuk bertahan dengan kesabaran menantiku untuk kembali dan mempersuntingku, yah M.E.N.I.K.A.H ! “Will you marry me?” Ia bertanya untukku dan status hubungan ini. “Ya Allah apa yang harus ku perbuat, aku tidak bisa menjawab Ya, atau Menolak.” Lirihku membatin.

        Satu inbok terkirim “jika kita berjodoh pasrahkan kepada Allah”, akupun tertidur dalam mimpi indahku, berharap esok engkau ketika membuka mata telah membaca isi pesan itu, mengerti tentang jawabanku. Keaadaan hubungan inipun di sibukan oleh waktu ketika ia hanya berpamitan lewat pesan facebook, “Dinda hari ini saya berangkat tujuan untuk bekerja, Jakarta pilihanku” pesan darinya pagi itu, ada rasa hawatir dan cemas, sampai tengah malam ia belum juga membuka facebooknya “Ya Allah Engkau serba tau tentang isi hatiku, ku mohon jaga dia untukku agar ia di selamatkan perjalan dan mendapat pekerjaan yang layak.” Doaku sebelum tidur.

       Paginya, ada satu pesan, di minggu berikutnya komunikasi yang mulai longgar, samasama sibuk, aku rasa ini hal yang wajar, kupikir ia akan mengerti, sebab hal kaya begini pantasnya di rasakan oleh; ABG (Red; Anak Baru Gede) namun tebakan yang meleset Sembilan puluh derajat, dia lebih memperbandingan dulu:sekarang, dulu aku masih sering inbok dan sekarang ia rasa ku lari darinya, padahal tanpa aku jelaskan, inbokku di kirim pagi baru di baca malam harinya, dan ketika ia membalas inboknya aku baru akan membacanya pagi nanti setelah matahari malumalu memancarkan kekuatan sinarnya.

***
“Alhamdulillah kelar kerjaku,” ucap syukurku. Saatnya ku bertatap layar hape untuk menyapa semuanya, satu pesan darinya kekasihku. Terasa membuat hari ini secara spontan membeku seperti dalam lemari es beku. Setelah membaca isi inboknya. Aku sungguh tidak kuat untuk bertahan sebab setelah berahirnya satu bulan pertama memasuki bulan ke dua, aku tidak pantas untuknya di tambah sekarang ia bersifat kaya gitu, mending aku membulatkan tekadku, “Kita sendiri-sendiri sajalah punya cowok malah tambah pusing.”

Ia pun membalasan persetujuan “Ouh ya sudah terima kasih.”
Aku tak pantas untukmu, biarkan sayap-sayap patah ini terbang menemukan tempat persingghanya, sendiri.

Aku memilih pisah agar engkau menemukan bidadari yang seimbang dengan amalan yang telah engkau dapati di pesantren, ku berdoa semoga engkau menemukan bidadari cinta selama dua puluh empat jam yang bisa menemanimu semenjak proses pacaran sampai ke pelaminan.


Sedangkan Aku entahlah. Biarkan aku terus berkelana meraih mimpi dan cita-citaku dan entah sampai kapan aku berhenti pada sandaran hati yang akan membawaku dalam biduk istana kecil kebahagian, aku pasrahkan kepada Allah semua pasti berpasang-pasangannya entah itu sekarang ataupun nanti, entah datang pada waktu pagi, siang, sore dan malam. Aku pasrahkan sayap-sayap patahku berkelana menyusuri rerumput rindu.

The end

Linkou, Januari 2015 (24:00) ====>> Titimangsa